Sabtu, 13 Juli 2013

Sejarah Australia

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Sejarah suatu bangsa seharusnya merupakan suatu rekonstruksi totalitas pengalaman masa lalu bangsa itu, negara Australia misalnya yang tergolong negara maju yang perkembangannya dari waktu ke waktu mengalami pasang surut oleh karena itu kami mencoba untuk mengkaji lebih dalam tentang Negara Australia karena Banyak yang telah berubah di Negara Australia sejak penduduk aslinya yang disebut kaum Aborigin. Australia hidup dalam sistem sosial yang cukup kompleks, dengan tradisi yang mencerminkan hubungan yang kuat dengan tanah air dan lingkungannya. Sejak masa itu sampai kedatangan penjelajah Eropa pertama, para narapidana, pemukim bebas dan para imigran yang lebih baru datang. Australia juga merupakan satu-satunya benua yang terdiri atas satu negara. Namun terkadang Australia juga disebut sebagai benua ("pulau"), karena dikelilingi oleh lautan wilayah lautnya juga merupakan lautan terbesar ketiga di dunia, yang mencakup 3 samudra dan meliputi wilayah sekitar 12 juta kilometer persegi.
Penduduk Australia kebanyakan berada di kota dan di kawasan pesisir, dengan lebih dari 80 persen penduduk tinggal dalam jarak 100 kilometer dari garis pantai. Jumlah penduduk Australia saat ini hampir mencapai 23 juta orang. Australia telah mengalami masa depresi, perang dan skandal politik, menciptakan kota-kota yang dinamis dan legenda ‘the bush’ (pedalaman) serta 'Aussie battler' (pejuang Australia); menyediakan kehidupan baru bagi orang-orang dari seluruh belahan dunia; dan mengalami penurunan serta kebangkitan kembali budaya penduduk aslinya, Oleh karena itu, dalam pembahasan kali ini kelompok kami akan mencoba membahas lebih jauh bagaimana karakteristik negara Australia jika dilihat dari aspek Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya serta bagaimana perkembangan Australia dari tahun ke tahun dan perkembangan Internasional dengan Negara Lain.
B.      Rumusan Masalah
1.        Dimana Letak Geografis Negara Australia?
2.        Bagaimana Sejarah berdirinya Negara Australia?
3.        Bagaimana Perkembangan Ekonomi, Politik, Sosial dan Budaya di Negara Australia?
4.        Bagaimana Hubungan Internasioanal Australia dengan Negara Lain?

C.     Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah disamping untuk membahas materi-materi yang telah dirumuskan pada bagian rumusan masalah, dimaksudkan juga sebagai bahan bacaan Mahasiswa untuk memahami lebih jauh tentang sejarah Australia serta untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah sejarah Pasifik.

D.     Manfaat Penulisan
1.        Sebagai Bahan Kajian Belajar Sejarah Asia tentang Negara Australia.
2.        Mengetahui perkembangan Australia dilihat dari aspek Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya.
3.        Menambah Wawasan bagi Pembaca tentang Sejarah Australia.

E.      Metode Penulisan
Menggunakan Metode Pustaka, Merupakan metode yang digunakan dalam mencari data dengan cara sumber tertulis yang ada kaitannya dengan tema karya tulis. Metode pustaka digunakan untuk :
·         Memperoleh teori-teori dan data-data dari sumber bacaan tertulis dari media Cetak maupun Elektronik kaitannya  dengan tema makalah.


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Lambang Negara Australia dan Letak Geografisnya.
v  Arti Nama, Lambang dan Bendera Australia
Nama Australia berasal dari kata Latin Australis, yang berarti ‘dari selatan’, selama berabad-abad menjadi legenda bahwa ada daratan besar di selatan yang tidak dikenal yaitu Terra Australis Incognita deskripsi ini dipakai dalam tulisan-tulisan tentang penjelajah ke wilayah tersebut, nama “Australia” mendapat sambutan luas menyusul publikasi catatan Matthew Flinders pada tahun 1814 tentang pelayaran mengelilingi benua ini, A Voyage to terra Australis (sebuah pelayaran ke Terra Australis). Dalam publikasi itu dia memakai nama Australia, Gubernur Lachlan Macquarie kemudian memakai nama Australia dalam laporan resminya dan menganjurkan supaya nama tersebut dipakai. Pada tahun 1824, British Admiralty (Departemen Angkatan Laut Inggris) setuju Benua tersebut secara resmi dinamakan Australia. Saat itu juga Bendera Nasional Australia mulai dikibarkan untuk pertama kali di Melbourne pada tanggal 3 September 1901. Bendera ini memiliki latar belakang berwarna biru tua, dengan Union Jack di sudut kiri atas, yang mengakui sejarah kolonisasi Australia oleh orang Inggris. Lima bintang konstelasi Bintang Pari (Southern Cross) melambangkan letak geografis di Belahan Bumi Selatan. Pada tahun 1908, bintang berujung enam titik yang melambangkan enam negara bagian diganti oleh bintang berujung tujuh titik, ujung titik ketujuh untuk melambangkan dua wilayah teritori. Australia juga terkenal dengan Lambang Commonwealthnya lambang tersebut dijadikan simbol oleh orang-orang Australia yang nantinya dipakai untuk menunjukkan kekuasaan dan kekayaan Commonwealth Australia, dianugerahkan oleh Raja George V pada tahun 1912. Lambang ini terdiri dari sebuah perisai yang berisi lencana enam negara bagian Australia, yang melambangkan federasi.
v  Negara Bagian dan Teritorial Negara Australia
Australia merupakan satu-satunya benua yang terdiri atas satu negara, sering juga Australia disebut sebagai benua "pulau", karena dikelilingi oleh lautan selain itu Australia terdiri atas enam negara bagian dan dua teritorial diantara adalah Canberra,New South Wales,Victoria,Queensland, Australia Selatan&Barat. Canberra merupakan ibukota negara dan pusat pemerintahan Australia. Kota ini terletak sekitar 290 kilometer di selatan Sydney tepat di Teritorial Ibu Kota Australia. Canberra dulu merupakan tanah adat suku pribumi Ngunnawal, dan diperkirakan namanya bermakna "tempat pertemuan", dari kata Aborigin "Kamberra". Dikota ini, terdapat lembaga-lembaga nasional yang penting, termasuk Parlemen Australia dan Mahkamah Agung Australia. Selain itu ada New South Wales yang merupakan negara bagian tertua dan paling banyak penduduknya di Australia. Pada awalnya dibangun sebagai permukiman koloni hukuman, tepatnya di pantai Port Jackson, tempat ibukota Sydney yang ramai sekarang berada. Lebih dari sepertiga orang Australia tinggal di New South Wales, dan Sydney merupakan kota terbesar di negara ini. Victoria adalah negara bagian terkecil didaratan utama, tetapi jumlah pen-duduknya kedua terbanyak. Ibu kotanya Melbourne, kota berpenduduk terbanyak kedua di Australia. Selama demam emas tahun 1850-an, kota itu menjadi salah satu kota terbesar dan terkaya di dunia. Melbourne kadang disebut sebagai "pusat budaya Australia" dan merupakan tempat kelahiran film, televisi, seni, tari, dan musik Australia. Antusiasme penduduk Victoria terhadap olahraga juga melegenda dan di sinilah dimulai Football Australia. Queensland adalah negara bagian Australia yang terbesar kedua dalam hal ukuran. Ibu kotanya Brisbane, kota berpenduduk terbanyak ketiga di Australia. Warga Queensland menikmati lebih banyak sinar matahari dan kehangatan musim dingin daripada kebanyakan negara bagian Australia lainnya, dan negara bagian ini cocok untuk semua jenis kegiatan luar ruangan dan olahraga air. Queensland juga memiliki Great Barrier Reef yang terkenal serta lima wilayah yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Negara bagian Australia Selatan terletak di bagian tengah selatan negara itu yang mencakup sebagian wilayah terkering benua itu. Merupakan negara bagian terbesar keempat Australia dan berbatasan dengan semua negara bagian di daratan utama dan Teritorial Utara. Ibu kotanya Adelaide, kota berpenduduk terbanyak kelima di Australia. Kancah seni Australia Selatan sangat aktif dan negara bagian ini terkadang disebut sebagai "Negara Bagian Festival", dengan lebih dari 500 festival yang diadakan setiap tahun. Diujung atas Australia terletak Teritorial Utara.
Ibu kotanya, Darwin, terletak di pantai utara, dan Alice Springs merupakan kota pedalaman utama. Alice Springs adalah pusat Australia secara fisik, hampir persis di titik tengah geografis negara ini. Di Teritorial Utara terdapat Uluru (Ayers Rock), Kata Tjuta (Olgas), dan Taman Nasional Kakadu yang terkenal. Australia Barat merupakan negara bagian terbesar di Australia berdasarkan luasnya. Sekitar tiga perempat penduduk negara bagian ini tinggal di Perth, yang merupakan kota berpenduduk terbanyak keempat di Australia. Bagian timur negara bagian ini sebagian besar berupa gurun, sementara di barat negara bagian ini berbatasan dengan hampir 13.000 kilometer garis pantai alami. Pada 1890-an ditemukan emas di sini dan pertambangan masih merupakan salah satu industri terbesar negara bagian ini. Tasmania dipisahkan dari daratan utama Australia oleh Selat Bass dan merupakan negara bagian terkecil di Australia. Ibu kotanya, Hobart, didirikan pada 1804 sebagai koloni hukuman, dan merupakan ibu kota negara bagian tertua kedua di Australia setelah Sydney. Seperlima Tasmania merupakan taman nasional dan kawasan hutan belantara. Pulau ini salah satu pulau yang paling banyak memiliki pegunungan di dunia, mencerminkan hubungan geologi Australia dengan Antartika jutaan tahun lalu. Ashmore and Cartier Islands, Christmas Island, Cocos (atau Keeling) Islands,Coral Sea Islands, Heard and McDonald Islands, Norfolk Island dan the Australian Antarctic Territory (meliputi 42 persen benua Antartika) juga merupakan bagian Australia sebagai wilayah luar.

B.      Perkembangan Sejarah Negara Australia
v  Australia Sebelum Abad ke- 20
Penduduk asli Australia yang dikenal sebagai kaum Aborigin Australia, memiliki sejarah budaya yang terpanjang di dunia, sejak zaman Es yang terakhir. Meskipun misteri dan perdebatan mengaburkan banyak aspek dalam prasejarah Australia, secara umum diakui bahwa manusia pertama berkelana melintasi lautan dari Indonesia sekitar 70.000 tahun yang lalu. Bangsa Eropa mulai menjelajahi Australia di abad 16 pertama, para navigator Portugis diikuti oleh para penjelajah Belanda dan disusul oleh pengusaha sekaligus bajak laut Inggris William Dampier. Kapten James Cook berlayar menelusuri seluruh panjang pantai timur di tahun 1770, lalu berhenti di Botany Bay di tengah perjalanannya; dan tak lama kemudian ia mengklaim benua ini untuk Inggris dan menamakannya New South Wales. Pada tahun 1779, Joseph Banks (seorang naturalis dalam armada Kapten Cook) mengusulkan cara agar Inggris dapat mengatasi masalah kepadatan di penjara-penjaranya dengan mengirimkan narapidana ke New South Wales pada  tahun 1787, armada pertama berlayar menuju Botany Bay, terdiri dari 11 kapal dan 750 narapidana pria maupun wanita. Armada ini tiba tanggal 26 Januari 1788, tapi segera berpindah ke utara ke Sydney Cove, yang memiliki tanah serta air yang lebih baik. Bagi para pendatang baru ini, New South Wales merupakan tempat yang panas, keras dan buruk, dan ancaman kelaparan menghantui koloni ini selama bertahun-tahun. Untuk berjuang melawan alam dan pemerintah yang penuh tekanan, orang-orang Australia baru ini membentuk sebuah budaya yang kemudian menjadi dasar dari legenda 'Aussie battler’., dalam beberapa dekade kemudian, datanglah para pemukim bebas yang tertarik ke Australia, tapi penemuan emas di 1850-anlah yang secara permanen mengubah koloni ini. Arus imigran yang besar dan beberapa penemuan emas yang besar mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengubah struktur sosial di koloni. Kaum Aborigin terusir paksa dari tanah suku mereka, saat para pendatang merebut tanah untuk pertanian atau pertambangan. Pada akhir abad ke-19 banyak orang yang meng-agungkan daerah pedalaman atau ‘the bush’ (yaitu daerah yang jauh dari kota) dan orang-orangnya. Forum besar untuk 'nasionalisme pedalaman' ini adalah majalah bulletin yang sangat populer. Halaman-halamannya penuh dengan humor dan sentimen terhadap kehidupan sehari-hari dan para penulis yang terkenal adalah legenda pedalaman Henry Lawson dan 'Banjo’ Paterson.

v  Australia pada Abad ke-20
Australia menjadi nagara saat federasi dari koloni-koloni yang terpisah terbentuk pada tanggal 1 Januari 1901. Tentara Australia turut berperang bersama Inggris dalam Perang Boer dan PDI. Negara ini terpukul berat oleh masa Depresi, saat harga untuk wol dan gandum (dua produk utama dalam ekonomi) jatuh. Di tahun 1931, hampir sepertiga pencari nafkah menjadi pengangguran, dan kemiskinan pun merajalela. Namun, di tahun 1933, perekonomian Australia mulai pulih. Saat PDII pecah, balatentara Australia turut berjuang bersama Inggris di Eropa, namun Amerika Serikat-lah yang membantu melindungi Australia dari serbuan pasukan udara Jepang, dengan mengalahkan mereka di Perang Laut Coral. Setelah PDII, datanglah arus imigrasi dari Eropa, yang memberikan sumbangsih besar terhadap negara, menghidupkan kembali budaya dan memperluas wawasan pandang Australia. Era pasca perang ini merupakan saat-saat booming di Australia, karena adanya permintaan yang tinggi terhadap bahan baku mentah. Australia mengikuti Amerika Serikat dalam Perang Korea, dan di tahun 1965 mengirimkan pasukan untuk membantu AS di Perang Vietnam, meskipun dukungan terhadap keterlibatan Australia ini tidaklah menyeluruh. Masalah bagi banyak pemuda Australia adalah wajib militer yang diterapkan dalam tahun 1964. Kerusuhan akibat wajib militer ini merupakan salah satu faktor naiknya partai Buruh Australia (Labor Party) ke jenjang kekuasaan di tahun 1972, dibawah kepemimpinan Gough Whitlam pemerintahan Whitlam menarik pasukan Australia dari Vietnam, menghapuskan biaya pendidikan yang cukup tinggi dan dinas nasional, juga menerapkan sistem perawatan kesehatan yang gratis dan tersedia untuk umum, serta mendukung hak tanah bagi masyarakat Aborigin. Namun demikian, pemerintah ini mendapatkan tentangan dari Senat dan berkem- bangnya isu salah manajemen yang dikelola oleh pemerintah oleh karena itu, pada tanggal 11 November 1975 gubernur jenderal (perwakilan dari kerajaan Inggris di Australia) membubarkan parlemen dan membentuk pemerintah sementara yang dipimpin oleh ketua Partai Liberal, Malcolm Fraser. Langkah ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh gubernur jenderal karena adanya koalisi partai Liberal yang konservatif dengan Partai Tanah Air Nasional memenangkan pemilu berikutnya. Dan pemerintahan Partai Buruh baru kembali ditahun 1983, pada saat mantan pemimpin serikat pekerja, Bob Hawke, berhasil memenangkan partainya.

v  Australia masa Modern dan Australia masa kini
Setelah menjabat selama 11 tahun di pemerintahan, Partai Liberal Australia yang dipimpin oleh John Howard tidak terpilih lagi di Pemilu 2007. Dari Partai Buruh, Kevin Rudd dilantik sebagai Perdana Menteri Australia yang ke-26 pada tanggal 3 Desember 2007. Australia memiliki sistem pemerintahan parlemen dua tingkat, berdasarkan sistem Westminster. Terdapat tiga tingkat pemerintahan yaitu Federal, Negara Bagian dan lokal. Parlemen federal terdiri dari Dewan Perwakilan (House of Representatives) dan Senat. Partai yang menduduki jumlah kursi ter- banyak di Dewan Perwakilan akan membentuk pemerintahan dan diseparuh ter- akhir abad ke-20, satu bagian dari budaya dan sejarah Australia yang kurang dikenal mulai muncul dan mendapatkan pengakuan yang lebih luas, khususnya melalui Seni, Sastra dan Film; dan sebagai akibatnya, ikon ‘battler’ menjadi semakin kurang relevan.  Para imigran membawa kisah, budaya dan mitos-mitos mereka sendiri, untuk berbaur dengan kalangan kolonial Australia. Juga ada pengakuan yang sudah lama ditunggu, yaitu Aborigin Australia merupakan fundamental dari definisi sejati budaya nasional masa kini. ‘Impian Besar Australia’ yaitu memiliki rumah, yang dimulai pada masa keemasan yaitu di tahun 1950-an, terus berlanjut dan menghasilkan suburbanisasi besar-besaran di kota-kota Australia, khususnya di Sydney dan Melbourne. Arsitektur Australia masa kini sebenarnya tidak memiliki gaya yang khas, dan tren dari luar negeri seringkali mendominasi proyek-proyek pembangunan besar. Dalam banyak hal, bangunan ‘modern’ yang paling menarik sebenarnya merupakan daur ulang bangunan bergaya Victoria atau dari era lainnya. Meskipun demikian tetap ada pengecualian, dan yang terkenal antara lain Convention Centre di Darling Harbour Sydney, Melbourne Museum, serta Cultural Centre di Uluru-Kata Tjuta National Park di bagian tengah Australia, yang didesain sesuai konsultasi dengan dengan pemilik tradisional cagar alam tersebut. Kompleks Federation Square Melbourne, dengan bentuk geometriknya yang tajam, mencerminkan arsitektur modern yang penuh tantangan, tepat di jantung kota. Sehatnya perekonomian saat ini terbukti dari dolar Australia yang relatif tinggi, peningkatan perdagangan dengan Cina dan beberapa keuntungan yang tinggi dan mencetak rekor pada bisnis-bisnis setempat. Yang kesemuanya ini dibarengi dengan inflasi dan juga angka pengangguran yang rendah. Namun, di sisi negatifnya adalah meningkatnya defisit perdagangan negara sampai $20 miliar, hutang rumah tangga rata-rata yang melonjak tinggi dan harga perumahan di pusat urban yang semakin tak terjangkau.

C.     Perkembangan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya di Negara Australia.
v  Sistem Politik Australia
a.        Pemerintah Persemakmuran
Sistem pemerintahan Australia didasarkan pada tradisi demokrasi liberal, termasuk didalamnya toleransi beragama, dan kebebasan mengeluarkan pendapat dan berserikat. Bentuk dan pelaksanaannya mencerminkan model pemerintahan Inggris dan Amerika namun tetap khas Australia. Persemakmuran Australia didirikan pada 1 Januari 1901, yang disebut juga Hari Federasi yaitu ketika enam bekas koloni Inggris, yang sekarang lebih dikenal dengan keenam negara bagian. Australia setuju untuk berserikat. Konstitusi Australia, yang pertama kali berlaku pada 1 Januari 1901, meletakkan dasar-dasar sistem pemerintahannya. Konstitusi Australia menetapkan peraturan dan tanggung jawab pemerintah serta men-jabarkan wewenang dari ketiga cabang pemerintahan yaitu: legistalif, eksekutif dan yudikatif. Badan legislatif berisi parlemen merupakan badan yang mempunyai wewenang legislatif untuk membuat undang-undang, sedangkan Badan Eksekutif untuk melaksanakan undang-undang yang dibuat oleh badan legislatif, sementara badan yudikatif memastikan berfungsinya pengadilan, dan pengangkatan serta pemberhentian hakim. Fungsi pengadilan ialah untuk menafsirkan semua hukum, termasuk diantaranya Konstitusi Australia, dan menegakkan supremasi hukum. Namun Konstitusi hanya boleh diubah melalui jajak pendapat. Australia dikenal sebagai negara Monarki Konstitusional. Ini berarti Australia adalah negara yang mempunyai raja atau ratu sebagai kepala negara yang wewenangnya dibatasi oleh Konstitusi/UUD. Kepala negara Australia ialah Ratu Elizabeth II. Meskipun ia juga adalah Ratu Inggris, jabatan ini sedikit terpisah, baik dalam hukum maupun praktek pemerintahan/konstitusional. Dalam kenyataannya, Ratu tidak mem-punyai peranan apapun dalam sistem politik Australia dan hanya berfungsi sebagai simbol/tokoh. Di Australia, Ratu secara resmi diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal yang diangkat oleh Ratu atas usulan Perdana Menteri Australia. Ratu tidak mempunyai peranan apapun dalam tugas keseharian Gubernur Jenderal. Meski diakui Gubernur Jenderal adalah wakil Ratu Inggris di Australia, posisinya tidak harus mengikuti arahan, pengawasan ataupun hak feto dari Ratu dan Pemerintah Inggris. Dalam UUD/Konstitusi, wewenang dan tugas Gubernur Jenderal termasuk memanggil, menghentikan sidang badan pembuat undang-undang, dan membubarkan parlemen, menyetujui rancangan peraturan, mengangkat menteri, menetapkan departemen-departemen dalam pemerintahan, serta mengangkat hakim. Namun, berdasarkan konvensi, Gubernur Jenderal hanya bertindak atas permintaan para Menteri dalam hampir semua permasalahan. Figur yang diangkat untuk posisi Gubernur Jenderal dipilih berdasarkan pertimbangan Pemerintah. Keenam Gubernur negara bagian melaksanakan peran yang sama di daerah mereka masing-masing.

b.        Pemerintah Negara Lokal
Parlemen tingkat pusat bersifat bikameral, yakni mempunyai dua kamar: House of Representatives atau Majelis Rendah/DPR dan Senat atau Majelis Tinggi, Keduanya bertanggung jawab untuk menetapkan UU berskala nasional seperti: perdagangan, perpajakan, imigrasi, kewarganegaraan, jaminan sosial, kerjasama industri dan hubungan luar negeri. Rancangan UU/Peraturan Pemerintah harus disahkan oleh kedua majelis sebelum sebelum menjadi UU/Peraturan Pemerintah. DPR (House of Representatives), mengusulkan sebagian besar rancangan UU/Peraturan Pemerintah. Majelis ini beranggotakan 148 anggota yang dipilih melalui pemilu, di mana setiap anggota mewakili sekitar 80.000 suara. Partai politik yang mempunyai kursi terbanyak di majelis rendah berhak membentuk pemerintahan. Hal-hal yang tidak diatur oleh Pemerintah Federasi merupakan tanggung jawab Pemerintah Negara Bagian dan Teritori. Setiap negara bagian dan teritori mempunyai parlemen dan peraturan perundangan-undangan (akta parlemen) sendiri (yang dapat diamandemen parlemen setempat) tetapi mereka juga tetap terikat Konstitusi Negara, bilamana suatu UU atau Peraturan Negara Bagian masih berada dibawah wewenang konstitusional Federasi, maka UU/Peraturan Pemerintah Federasi berlaku di atas wewenang UU/Peraturan negara bagian. Semua Parlemen negara bagian kecuali Queensland, bersifat bikameral yakni mempunyai majelis rendah dan majelis tinggi. Sementara parlemen dari dua teritori (Northern Territory dan Australian Capital Territory) hanya memiliki satu majelis. Pemerintah negara bagian dan teritori menangani masalah kesehatan masyarakat, pendidikan, sarana jalan, pemanfaatan lahan publik, perangkat kepolisian, pemadam kebakaran dan pelayanan ambulans, serta keberadaan pemerintah lokal dalam wilayahnya masing-masing. Terdapat sekitar 900 badan pemerintah lokal di Australia. Wewenang pemerintah lokal berbeda untuk setiap negara bagian dan merupakan tanggung jawab pemerintah negara bagian masing-masing. Beberapa badan pemerintah lokal bertanggung jawab menjalankan perusahaan perhubungan /transportasi dan energi, kebanyakan negara bagian menetapkan besar tarif bea dan menerima dana dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi. Tanggung jawab pemerintah lokal secara khusus meliputi perencanaan/tata kota, pengawasan izin bangunan, sarana jalan setempat, penyediaan air bersih, saluran pembuangan dan drainase, pelayanan sampah dan kebersihan dan fasilitas hiburan masyarakat. Pemerintah Federasi dan negara bagian menjalin kerjasama di berbagai bidang, yang secara resmi merupakan tanggung jawab negara bagian dan teritori; seperti pendidikan, perhubungan, kesehatan dan penegakan hukum. Pajak pendapatan ditarik secara federal, dan debat di antara semua tingkat pemerintahan negara bagian mengenai akses mendapatkan pemasukan merupakan ciri lama politik Australia.

c.         Partai Politik
Di Australia hanya ada tiga Partai utama, yaitu Partai Buruh Australia, Partai Liberal, dan partai country. Partai liberal dan partai country biasanya saling mendukung dan bergabung atau berkoalisi menghadapi partai Buruh , karena itu dalam berbagai literatur, keduanya disebut Non-Labor atau Non-Labor Coalition. Ketiga partai menitik beratkan dukunganya pada system pemerintahan yang didasarkan pada pemilihan biasa secara rahasia. Berkaitan dengan usaha masing-masing untuk memperoleh kekuasaan, kedua belah pihak. Partai Buruh dan koalisi liberal-country, sering menuduh pihak lain berbuat di luar system parlemen untuk mencapai tujuannya. Demikianlah ketiga partai politik itu silih berganti memegang pemerintahan. Kemenangan salah satu partai politik dalam pemilihannya, tidak hanya ditentukan oleh anggotanya akan tetapi sering kali ditentukan oleh para pemilih yang terkenal dengan sebutan floating voter. Mereka ini menentukan pilihan setelah mengetahui lewat kampanye, program partai man yang cocok dengan kepentingannya. Dengan kata lain bahwa partai mana yang berhasil meraih kelompok floating voter ini kemungkinan dapat memenangkan pemilihan. Pada tahun 1954, dalam tubuh partai Buruh terjadi perpecahan sehingga lahir partai buruh demokratis. Partai ini dibentuk sebagai partai yang anti komunis, dan juga untuk menarik anggota-anggotanya dari kelompok industri. Partai ini yakin bahwa partai buruh Australia sudah disusupi oleh paham dan orang-orang komunis yang menye-babkan partai tersebut terlalu radikal untuk ukuran Australia. Partai buruh demokratis ini mampu bertahan selam 24 tahun : tahun 1978 partai ini dinyatakan bubar. Pada tahun 1977 suatu partai baru lahir lagi di Australia. Namanya adalah partai Demokrat Australia. Partai ini didirikan oleh pendukung-pendukung Partai Buruh dan partai Liberal yang merasa yakin mempunyai sudut pandang yang sangat dekat, dan karena itu bersatu membentuk satu partai. (Hamid, Zulkifli,1999:98).

v  Perekonomian Australia
Australia memiliki ekonomi kuat berbasis pasar yang terbuka, fleksibel dan berdaya saing. Australia memiliki struktur kelembagaan yang stabil dan modern yang memberikan kepastian bagi bisnis serta lingkungan yang menyambut investasi internasional. Australia merupakan pusat keuangan regional yang utama dengan sistem transportasi domestik dan internasional yang terpercaya, teknologi informasi dan telekomunikasi kelas dunia, tenaga kerja multi bahasa dan sangat terampil serta sistem regulasi. Pasar Bursa Australia adalah bursa terdaftar paling luas kedelapan di dunia yang diukur oleh kapitalisasi pasar. Australia merupakan pedagang dunia yang penting, dengan perdagangan dua-arah dalam barang dan jasa yang bernilai lebih dari $400 milyar, sekitar 1 persen dari total perdagangan dunia. Jepang merupakan mitra dagang Australia yang paling besar, diikuti oleh Cina, Amerika Serikat, Singapura, Inggris, dan Republik Korea. Selain itu Australia juga menganut sistem ekonomi pasar dengan PDB per kapita yang tinggi dan angka kemiskinan yang rendah. Dolar Australia adalah satuan mata uang negara ini, termasuk pula Pulau Natal, Kepulauan Cocos (Keeling), dan Pulau Norfolk, juga negara-negara kepulauan Pasifik yang merdeka, yakni Kiribati, Nauru, dan Tuvalu. Setelah adanya penggabungan Australian Stock Exchange dan Sydney Futures Exchange pada tahun 2006, kini Bursa Efek Australia menjadi bursa saham terbesar ke-9 di dunia. Menempati peringkat ketiga dalam Indeks Kebebasan Ekonomi (2010), Australia adalah ekonomi terbesar ke-13 di dunia dan memiliki PDB per kapita terbesar ke-9 di dunia; lebih tinggi daripada Britania Raya, Jerman, Perancis, Kanada, Jepang, dan Amerika Serikat. Negara ini menduduki peringkat kedua dalam hal Indeks Pembangunan Manusia PBB Tahun 2010 dan menduduki peringkat pertama dalam hal Indeks Kemakmuran yang diterbitkan oleh Legatum pada Tahun 2008. Semua kota besar di Australia tidak lagi menjadi objek survey kelayak hunian komparatif dunia, oleh karena telah melampaui syarat-syarat yang ditentukan. Melbourne mencapai tempat kedua dalam kriteria kota yang paling layak huni di dunia pada tahun 2008 menurut The Economist', diikuti oleh Perth (ke-4), Adelaide (ke-7), dan Sydney (ke-9) Keseluruhan utang pemerintah di Australia adalah sebesar $ 190 miliar. Harga rumah di Australia merupakan diantaranya yang termahal, sedangkan beberapa level hutang rumah tangga adalah diantara yang terbesar didunia. Penguatan ekspor komoditas, melebihi barang-barang manufaktur telah mendukung kenaikan signifikan rasio perdagangan Australia sejak awal abad ini, karena naiknya harga komoditas. Australia memiliki neraca pembayaran yang lebih besar daripada 7% PDB negatif, dan memiliki defisit current account selama lebih daripada 50 tahun. Rerata pertumbuhan ekonomi tahunan Australia adalah sebesar 3,6% selama 15 tahun, pembandingnya adalah rerata tahunan OECD sebesar 2,5%. Terdapat opini yang berbeda-beda menurut bukti apakah Australia salah satu dari sedikit negara OECD yang terhindar dari kelesuan pada Krisis ekonomi 2008 ataukah tidak. Enam mitra dagang utama Australia mengalami kelesuan ekonomi yang pada gilirannya mempengaruhi Australia, dan pertumbuhan ekonomi menghambat negara ini selama beberapa tahun. Lihat saja pada tahun 1980-an Partai Buruh, dipimpin oleh Perdana Menteri Bob Hawke dan Bendaharanya Paul Keating, memulai proses pemodernan ekonomi Australia dengan mengambangkan dolar Australia pada 1983, serta mengatur sistem keuangan. Sejak tahun 1996, pemerintahan Howard telah melanjutkan proses reformasi ekonomi mikro, termasuk deregulasi sebagian dari pasar tenaga kerja dan penswastaan BUMN, terutama industri telekomunikasi.
Reformasi yang cukup dalam sistem pajak tak langsung dicapai pada Juli 2000 dengan diperkenalannya pajak barang dan jasa (goods and service tax; GST) sebesar 10% yang sedikit mengurangi ketergantungan terhadap pajak pemasukan pribadi dan perusahaan yang masih melambangkan sistem pajak Australia. Ekonomi Australia tidak mengalami resesi sejak awal 1990-an. Pada Juli 2005, pengangguran masih dalam kisaran 5%. Sektor jasa, termasuk pariwisata, pendidikan, dan jasa finansial membentuk 69% dari PDB. Pertanian dan sumber daya alam hanya membentuk 3% dan 5% dari PDB, tapi cukup membantu banyak dalam ekspor Australia. Pasar ekspor Australia terbesar termasuk Jepang, Cina, AS, Korea Selatan dan Selandia Baru. Hal yang menjadi perhatian para ekonomis termasuk defisit anggaran (current account deficit) dan juga tingkat hutang luar negeri bersih (net foregin debt) yang tinggi. Pada Januari 2007, angka pengangguran mencapai 10.033.480 penduduk, dengan laju sebesar 5,1%. Pengangguran muda (15-24) menaik dari 8,7% sampai 9,7% pada 2008-2009. Pada dasawarsa lalu, inflasi berada pada kisaran 2–3% dan suku bunga dasar 5–6%. Ekonomi sektor jasa, termasuk pariwisata, pendidikan, dan jasa keuangan, terhitung sebesar 70% PDB. Kendati pertanian dan sumber daya alam terhitung hanya 3% dan 5% PDB (masing-masing), mereka bersumbangsih bagi kinerja ekspor. Pasar ekspor terbesar Australia adalah Jepang, Cina, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Australia adalah pengekspor minuman anggur terbesar ke-4 di dunia, dalam industri yang menyumbang $ 5,5 miliar per tahun bagi ekonomi nasional.

v  Perkembangan Sosial dan Budaya Australia
a)        Aspek Sosial Negara Australia
Orang-orang Australia berasal dari seratus lebih negara yang berbeda-beda. Ada banyak bangsa dan kebudayaan di Australia. Sebagai contoh perbedaan orang Australia dapat dilihat dalam Orang-orang Aborijin, telah hidup di Australia selama lebih dari 50.000 tahun.Orang Inggris memutuskan untuk menetap di Australia sejak lebih dari 200 tahun yang lalu, dalam dua ratus tahun terakhir, arus imigrasi. Sangat memberikan andil terhadap pertumbuhan penduduk Australia antara tahun 1788 dan 1947 para migran datang dari Inggris dan Irlandia. Sesudah Perang Dunia II terjadi arus perpindahan penduduk ke Australia dari banyak negara. Antara tahun 1950 dan tahun 1973 kebanyakan migran datang dari Eropa. Sejak saat itu, terdapat kenaikan arus migrasi dari Timur Tengah dan dari Asia. Pada tahun 1975, 20% dari jumlah penduduk dilahirkan di luar Australia. Pada tahun 1995 jumlah ini naik menjadi 23%, yakni satu dari setiap empat orang Australia dilahirkan di luar negeri. Antara tahun 1984 dan 1994 jumlah orang Australia kelahiran Asia sangat meningkat. Pada tahun 1994, 5% dari jumlah penduduk dilahirkan di Asia. Pada tahun 1994-95 kelompok migran kelahiran luar negeri yang paling pesat pertumbuhannya adalah dari Indonesia, Hong Kong dan Makau. Meskipun kebanyakan orang Australia kelahiran luar negeri berasal dari Eropa, arus migrasi dari Eropa telah sangat menurun jumlahnya dibandingkan arus migrasi dari Asia. Masyarakat Australia berasal dari berbagai latar belakang budaya, etnis, bahasa, dan agama, dan fitur ini membentuk masyarakat Australia modern. Kaum aborigin dan penduduk pulau-pulau di Selat Torres telah hidup di Australia selama puluhan ribu tahun. Kebanyakan orang Australia adalah imigran atau keturunan imigran yang datang ke sini selama dua ratus tahun terakhir dari lebih dari 200 negara. Bahasa yang paling umum digunakan di Australia adalah Bahasa Inggris, dan agama yang paling banyak dianut adalah Kristen, meskipun bahasa dan agama lainnya juga umum.

b)       Kebudayaan Negara Australia
Budaya Australia dibangun berdasarkan kisah-kisah battler atau (orang ter-tindas yang pantang menyerah), bushranger (pelanggar hukum namun pahlawan moral) dan prajurit gagah berani.  Juga tentang para pahlawan olahraga, pahlawan pekerja dan imigran bernyali besar.  Dan tentang kesempatan, alam bebas yang maha luas dan sedikit ironi yang sehat.  Saat ini, Australia juga menyatakan jati dirinya dengan warisan budaya Aborigin, paduan budaya yang dinamis, ide-ide yang inovatif dan kancah seni yang berkembang pesat. Dreamtime atau Masa Impian adalah ‘masa sebelum waktu’ penciptaan dunia yang sakral.  Menurut kepercayaan Aborigin, para leluhur roh totem muncul dari bumi dan turun dari langit untuk membangunkan sebuah dunia yang gelap dan sunyi.  Mereka menciptakan matahari, bulan dan bintang, membentuk gunung, sungai, pohon dan mata air, lalu berubah menjadi manusia dan hewan.  Para leluhur roh ini menghubungkan masa lalu purba dengan masa sekarang dan masa depan melalui segala aspek budaya Aborigin.  Seni cadas, kerajinan dan lukisan kulit pohon mengungkap kisah-kisah Masa Impian ini, menandai batas-batas kawasan dan mencatat sejarah, sedangkan lagu-lagu berkisah tentang perjalanan Masa Impian, secara lisan memetakan sumber-sumber air dan tanda-tanda alam yang penting lainnya.  Lirik-lirik khusus di dalam lagu ini telah diturunkan nyaris tak berubah dari generasi ke generasi selama lebih dari 50.000 tahun, dan sering kali diiringi clapstick/dentaman rendah dari didgeridoo. Demikian pula, tari-tarian tradisional, mengungkap mitos-mitos penciptaan, menampilkan lakon para pahlawan di Masa Impian, dan bahkan kejadian-kejadian bersejarah yang baru terjadi.
D.     Hubungan Internasional Negara Australia.
v  Kerjasama Regional Australia dengan Negara-negara Asia
Salah satu aktivitas dalam kerangka strategi dan politik luar negara Australia terhadap terhadap negara-negara tetangganya di Asia, khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara sebagai contohnya didalam keterlibatan Australia sebagai salah satu sponsor utama colombo plan yaitu suatu rencana kerjasama dibidang Ekonomi Dan Sosial Budaya untuk meningkatkan kemajuan bangsa-bangsa di Asia Selatan dan Asia Tenggara.dengan adanya colombo plan, menurut berbagai sumber yang diprakarsai oleh mentri luar negeri Australia pada waktu itu serta dicetuskan dalam konferensi mentri-mentri luar negeri dari negara-negara yang begabung dalam British Commonwealth of Nations, yang diseleng-garakan di Colombo (Ceylon/Srilanka) pada tahun 1950. Para menteri luar negeri itu menyadari bahwa pelaksanaan rencana itu sangat diperlukan untuk membantu negara-negara Asia tersebut dalam upaya mengembangkan ekonominya. (Julius Siboro,2012:78) Pada pembahasan kali ini, akan memaparkan hubungan kerja-sama antara Australia dengan Negara dikawasan Asia Timur.

1.        Kerjasama Australia-Jepang.
Hubungan kerjasama antara Australia-Jepang merupakan hubungan kerjasama yang amat penting bagi kedua belah pihak. Dalam dua dekade terakhir ini (1970-an dan 1980-an). Sampai taraf tertentu, kedua negara ini secara ekonomis saling tergantung, bahkan menurut Gelber, kiranya tidak terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa tidak satupun dari kedua negara tersebut dapat mengembangkan ekonominya tanpa dukungan negara yang satu lagi. (Dibb,E.d 1983:111). Ikatan ekonomis secara timbal-balik serta ketergantungan antara kedua negara, juga mempunyai konsekuensi strategis dan politik yang amat bermakna bagi kedua belah pihak. Jaminan akan pasokan bahan-bahan mentah dan sumber pembangkit tenaga (energy), serta politik bersahabat yang dilancarkan oleh Australia ter-hadap Jepang, memainkan peran pentingnya dalam pemantapan ekonomi Jepang, dan karenanya juga dapat menjamin stabilitas sosial serta politiknya. (Julius Siboro,2012:89). Hubungan kerjasama antara kedua negara ikut membantu mengkonsolidasikan hubungan tripartit ekonomi dan politik antara Jepang, Australia dan Amerika Serikat. Bagi Australia hubungan kerjasama dengan jepang memainkan peran penting dan menguntungkan bagi berbagai kebijakan dalam dan luar negerinya. Hubungan itu tidak hanya menambah ikatan Australia dengan Amerika Serikat, tetapi juga mengurangi ketergantungan Australia hanya pada satu patner utama. Dalam membentuk ikatan yang lain, sekalipun hanya sebagai pelengkap, hubungan-hubungan Australia dengan Jepang juga cenderung mengurangi ketergantungan relatif Australia terhadap Amerika Serikat pada suatu masa Amerika Serikat menganut paham Unilateral. Hubungan itu cenderung menghasilkan pengaruh Australia yang lebih seimbang terhadap perumusan kebijakan Jepang yang berpengaruh terhadap pokok-pokok persoalan yang penting bagi Australia, sehingga pada tahun 1957 adanya penandatanganan persetujuan perdagangan Australia-Jepang yang merupakan perkembangan yang penting dalam hubungan ekonomi keduanya. (Julius Siboro,2012:90).

2.        Kerjasama Australia-Cina.
Bagi Australia hubungan dengan Cina (RRC) dalam berbagai hal merupakan pelengkap (Complement) terhadap hubungan dengan jepang dan Amerika Serikat Australia sangat menaruh perhatian terhadap berbagai keberhasilan dalam negeri serta perkembangan kebijakan Cina, dan upaya pemeliharaan hubungan damai antara Cina, Jepang, dan Amerika Serikat, namun juga tidak dapat mengabaikan hal-hal yang tak menentu yang masih tersisa mengenai kelanggengan per-sahabatan cina. Dalam batas-batas yang diakibatkan oleh rencana pengembangan ekonomi cina yang menyeluruh, Australia dapat menjadi pemasok tetap bahan-bahan mentah untuk rencana industrialisasi Cina dan barangkali yang lebih penting lagi adalah pemasok bahan makanan bagi penduduk Cina yang terus meningkat. (Julius Siboro,2012:93). Secara umum, hubungan Australia dengan Cina membantu Australia untuk melaksanakan politik luar negeri yang bervariasi dan mengejar sejumlah kepentingan secara bebas dari ikatan hubungan-hubungan luar negerinya yang terkesan lebih tradisional, hubungan perkembangan perdagangan antara Australia dengan Cina dimulai pada tahun 1960 yaitu ketika perdagangan gandum dimulai dengan segala fluktuasinya perdagangan inilah yang terus berlanjut dan dianggap sebagai tulang punggung perdagangan kedua negara secara bilateral walaupun agak bervariasi dewasa ini, Cina telah menjadi pasar penting bagi aneka ragam logam (metals), mineral dan hasil-hasil pertanian Australia. Cina juga memerlukan perlengkapan manufaktur dan keahlian teknik dari Australia (Dibb, (Ed.), 1983:126-127).

3.        Kerjasama Australia-Korea Selatan
Hubungan Australia dengan Korea Selatan dan Jepang barangkali memiliki kepentingan khusus bertalian dengan bahaya-bahaya yang mengancam keamanan disemenanjung Korea yang boleh jadi dapat menyeret Jepang dan Australia. Korea Selatan yang dewasa ini merupakan mitra ekonomi yang penting bagi Australia, menampilkan secara kaku dalam dirinya kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang pesat dengan sistem politik yang otoriter. Persetujuan dagang antara Australia-Korea Selatan secara bilateral dirundingkan untuk pertama kalinya pada tahun 1965 dan kemudian pada tahun 1973 diadakan lagi perundingan baru dalam perundingan itu disepakati bahwa antara kedua negara akan diadakan pembicaraan-pembicaraan tingkat Mentri Perdagangan secara teratur. Bagi Australia,  inilah pembicaraan tingkat mentri perdagangan yang pertama kali dilakukan. Tujuan pokok yang dilakukan Australia dalam hubungan dagang dengan Korea Selatan adalah mempertahankan posisinya sebagai pemasok bahan mentah dan bahan makanan, serta secara umum mengembangkan hubungan ekonomi yang lebih erat lewat penanaman modal secara dua arah dan juga untuk mengembangkan diversifikasi perdagangan. Menurut Wood, makin pentingnya ekspor bahan mentah Australia dalam hubungan dagang kedua negara, tercermin didalam pembentukan komisi bersama untuk pengembangan sumber-sumber mineral serta terlaksananya studi bersama tentang pengolahan bahan-bahan mentah pada tahun 1980 (Dibb, (Ed.), 1983:130). Pada dasarnya hubungan antara Australia-Korea Selatan berlangsung baik, walaupun didalamnya terkandung kepekaan atau kerawanan (sensitivity) salah satu dari kerawanan itu ialah keperhatinan akan ketidak seimbangan (imbalance) perdagangan antara keduanya. Berbicara tentang ketidak seimbangan dibidang per-dagangan ini, timbul kesulitan untuk menelusuri dan menyatakan pihak mana yang salah dan bertanggung jawab untuk memperbaikinya.















BAB IV
PENUTUP

A. SIMPULAN

Australia, resminya Persemakmuran Australia, adalah sebuah negara di belahan selatan yang terdiri dari daratan utama benua Australia, Pulau Tasmania, dan berbagai pulau kecil di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Negara-negara yang bertetanggaan dengannya adalah Indonesia, Timor Leste, dan Papua Nugini di utara; Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Kaledonia Baru di timur-laut; dan Selandia Baru di tenggara. Kira-kira 40.000 tahun sebelum pendudukan bangsa Eropa pada akhir abad ke-18, Australia telah dihuni oleh Aborigin, yang menggunakan salah satu dari 250 kelompok bahasa. Pada tahun 1606, imigran Eropa yang datang ke Benua Australia adalah orang-orang Belanda. Namun, di akhir abad ke-18, Inggris menduduki benua ini dan menjadikannya sebagai tempat pembuangan para pelaku kriminal. Pada pertengahan abad ke-19, ditemukan tambang emas di Australia sehingga benua itu pun ramai didatangi para imigran. Sejak itu pula, mereka memperjuangkan kemerdekaan untuk mengatur sendiri Australia, terlepas dari kontrol Inggirs. Hingga kini, Australia tergabung dalam Persemakmuran Inggris. Setelah ditemukan oleh penjelajah Belanda pada 1606, paro timur Australia diaku sebagai milik Britania pada 1770 dan mulai diduduki sejak penentuan koloni tahanan di New South Wales, yang secara resmi didirikan pada 7 Februari 1788 (meskipun kepemilikan formal baru dinyatakan pada 26 Januari 1788). Populasi bertambah secara statis selama beberapa dasawarsa; benua ini dijelajahi dan setelah itu didirikanlah lima Koloni Mahkota lagi yang berpemerintahan mandiri. Pada 1 Januari 1901, keenam koloni ini berubah menjadi federasi dan didirikanlah Persemakmuran Australia. Sejak zaman federasi, Australia telah memelihara sistem politik demokrasi liberal yang stabil dan menjadi bagian dari dunia persemakmuran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar